Inovasi Olah Sabut Kelapa, Santri MA Nurul Islam Sumenep Raih Juara 1 MEC 2026

Berita

SUMENEP (Nuriska.ID) – Prestasi membanggakan ditorehkan Fiorien Aulia Putri, santri kelas XI Science MA Nurul Islam Karangcempaka, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Ia berhasil meraih Juara 1 Madura Essay Competition (MEC) 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Madura (Poltera), Sampang, Kamis (15/10/2026).

Dalam kompetisi tingkat SMA/MA/SMK sederajat se-Madura tersebut, Fiorien yang akrab disapa Aurin mengangkat gagasan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk ramah lingkungan.

Esai berjudul “Sabut Hijau: Gagasan Inovatif Pelajar Sumenep dalam Mengelola Limbah Sabut Kelapa Menjadi Cocopot dan Media Pembibitan Menuju Desa Karang Cempaka yang Berkelanjutan” itu menawarkan solusi kreatif untuk mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Gagasan tersebut tidak hanya menyoroti persoalan sampah organik, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan desa berkelanjutan.

 

MEC 2026 diselenggarakan oleh UKM Penalaran Poltera Sampang sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi melalui karya tulis ilmiah.

Kompetisi ini diikuti 25 lembaga pendidikan SMA/MA/SMK sederajat dari berbagai wilayah di Madura. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, panitia menetapkan 10 karya terbaik untuk dipresentasikan pada babak final.

 

Dalam pengumuman pemenang, Aurin berhasil menempati posisi pertama. Juara 2 diraih SMAN 1 Pamekasan, Juara 3 oleh SMAS Nazhatut Thullab, sedangkan Juara Harapan 1 diraih SMAN 2 Sampang.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MA Nurul Islam. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa santri madrasah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan akademik di tingkat regional.

 

Selama mengikuti kompetisi, Aurin mendapat pendampingan dari Muhkam Habibi dan Sufriyadi. Keduanya menilai keikutsertaan dalam ajang kompetisi menjadi pengalaman penting bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan menguji kemampuan di luar lingkungan sekolah.

Menurut mereka, siswa perlu diberi ruang untuk menghadapi tantangan baru, mengasah kreativitas, dan berani menyampaikan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prestasi yang diraih Aurin merupakan hasil dari proses belajar, kerja keras, serta dukungan berbagai pihak yang turut mendampingi perjalanannya hingga babak final.

 

Kepala MA Nurul Islam, Mathlub Anshori. turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Ia menilai kemenangan Aurin menjadi bukti bahwa santri MA Nurul Islam mampu bersaing dengan peserta dari berbagai sekolah negeri maupun swasta di Madura.

“Alhamdulillah, santri MA Nurul Islam mampu bersaing dengan sekolah negeri maupun swasta se-Madura. Kami sangat bangga karena berhasil meraih Juara 1 dari 25 lembaga peserta. Semoga pencapaian ini memotivasi santri lainnya untuk terus belajar, berinovasi, berkarya, dan berani menunjukkan kemampuan terbaik,” ujarnya.

 

Kemenangan Aurin tidak sekadar menjadi pencapaian dalam kompetisi karya tulis ilmiah. Gagasan yang diusungnya juga memperlihatkan bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang berpotensi diterapkan di masyarakat.

Melalui prestasi ini, MA Nurul Islam Karangcempaka terus mendorong lahirnya generasi santri yang unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki karakter Islami, serta kreatif dalam menjawab tantangan zaman.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk mengembangkan potensi diri dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. ***

Reporeter :Moh. Aristo Sadewa | Editor :Panji Agira
Bagikan