Sumenep, (nuriska.id) —Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU MA Nurul Islam masa khidmat 2025–2026 menggelar tiga agenda strategis secara serentak pada Kamis (5/2/2026). Selain menutup rangkaian Festa Maniska II dan menggelar Seminar Literasi, kegiatan tersebut juga menandai dibukanya Rapat Anggota Tahunan (RAT) VI dengan penetapan tiga pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua PK IPPNU MA Nurul Islam masa khidmat 2026–2027.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula MA Nurul Islam lantai II ini diikuti santri putri dan dewan guru dengan antusias. Menariknya, dari tujuh pasangan calon yang mendaftar, panitia menetapkan tiga pasangan yang lolos ke tahap selanjutnya, yakni Paslon FACA, Paslon Nayra, dan Paslon Nael, yang akan berkompetisi pada puncak RAT VI pada 1–2 April 2026 mendatang.
Rangkaian acara tersebut digarap oleh dua kepanitiaan berbeda. Putri Liana dipercaya sebagai Ketua Panitia Festa Maniska II dan Seminar Literasi, sedangkan Inayatus Sholihah menjabat sebagai Ketua Panitia RAT VI. Kolaborasi antar panitia membuat seluruh agenda berjalan tertib dan lancar.
![]()
Ketua Panitia Festa Maniska II dan Seminar Literasi, Putri Liana, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang pengembangan minat dan bakat santri putri, khususnya di bidang literasi. Sejumlah lomba digelar untuk menumbuhkan budaya literasi, di antaranya lomba cerpen, cipta dan baca puisi, esai, serta resensi buku.
Sementara itu, Ketua Panitia RAT VI, Inayatus Sholihah, menegaskan bahwa Opening RAT VI menjadi momentum penting evaluasi organisasi sekaligus proses awal regenerasi kepemimpinan PK IPPNU MA Nurul Islam. Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan tersebut akan bermuara pada puncak RAT VI yang dijadwalkan pada awal April 2026.
Ketua PK IPPNU MA Nurul Islam masa khidmat 2025–2026, Wiwin Fatmawati, mengapresiasi kinerja panitia dan pengurus yang mampu mengonsolidasikan beberapa agenda besar dalam satu waktu. Menurutnya, hal ini mencerminkan semangat kerja kolektif dan kedewasaan organisasi.

Dalam arahannya, Pembina PK IPPNU MA Nurul Islam, Moh. Aristo Sadewa, mengingatkan agar setiap kegiatan organisasi memiliki dampak nyata bagi santri. Ia menekankan bahwa proses kaderisasi dan literasi yang dijalani hari ini akan menjadi bekal penting bagi masa depan generasi pelajar NU.
Pada sesi Seminar Literasi bertema “Literasi Digital: Tantangan atau Peluang bagi Generasi Z”, PK IPPNU MA Nurul Islam menghadirkan pemateri dari PC IPPNU Sumenep yang diwakili Putri Ramadhani dan PAC IPPNU Bluto yang diwakili Siti Noer Lailatul Qomariyah. Seminar tersebut menjadi ruang dialog kritis dalam menyikapi perkembangan dunia digital di kalangan generasi muda.
Melalui pelaksanaan tiga agenda sekaligus ini, PK IPPNU MA Nurul Islam menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi, mengembangkan kreativitas santri, serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan organisasi secara berkelanjutan.
