nuriska.id_Sumenep. Akhirnya Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karangcempaka, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengukuhkan pimpinan pada sejumlah unit binaannya, kamis siang tadi (4/4/2019).
“Selamat kepada mereka yang baru saja dikukuhkan, ini adalah amanah yang harus diterima dan dijalankan,” kata Ach. Wari sekertaris Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam saat ditemui dilokasi acara.
Menarik, penerima amanah yang dimaksud Ach. Wari sesuai surat keputusan yang dibacakan secara terbuka diketahui kepala MA. Nurul Islam sebelumnya dijabat Drs. M. Taufik, M.Pd, karena berhalangan tetap alias meninggal dunia, sekarang dijabat Mathlub Anshari yang sebelumnya menjabat kepala MTs. Nurul Islam, sementara kepala MTs yang ditinggalkannya dinahkodai Rahwini yang sebelumnya menjadi wakil kepala MTs bagian Kurikulum.

Untuk kepala SMK. Nurul Islam dipercayakan kepada Moh. Tazam menggantikan Mahsub MD dan kepala LPBA. Nurul Islam diamanahkan kepada Moh. Hasan menggeser Kacung Wahyudi yang sekarang mengemban amanah baru menjadi dosen IAIN Madura Pamekasan.
Sementara dikukuhkan juga Kepala PAUD KB Nurul Islam Nurul Hidayati, PAUD TK. Nurul Islam Uswatun Hasanah dan Herman Kepala MI. Tarbiyatul Athfal.

Rotasi kepemimpinan yang dilanjutkan pengukuhan memantik harapan besar dari civitas akademika Yayasan yang di ketuai KH. Ilyasi Siraj ini.
Moh. Chalil Ramli, guru MTs. Nurul Islam berharap kepada para kepala unit yang telah dikukuhkan, agar harus ada peningkatan disegala aspek, terutama dalam manajamen organasasinya, sebab, lanjut mantan kepala MI. Tarbiyatul Athfal ini, ruh sebuah lembaga tergantung pada tata kelola keorganisasian.
“Kalau organisasinya bagus bisa dipastikan lembaganya berkualitas,” imbuhnya.
Harapan lain disampaikan Mogianto, guru MA. Nurul Islam, dia menyatakan, agar lembaga kita menjadi pilihan masyarakat khususnya di Kabupaten Sumenep untuk menitipkan putra-putrinya ke Nurul Islam. “Ini tugas pimpinan unut yang baru untuk melakukan terobosan dan inovasi,” tuturnya.
Dan juga, tambahnya, harus bisa membangun solidaritas yang tinggi dan perlakuan yang sama pada semua tenaga pendidik di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam.(fik/NuR)