MA Nurul Islam Gelar NURISC Orientation and Science Camp

Berita

Sumenep (nuriska.id) — MA Nurul Islam menyelenggarakan NURISC Orientation and Science Camp sebagai upaya memperkuat budaya riset dan meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah santri di bidang sains. Kegiatan ini digelar di Aula MA Nurul Islam, Kabupaten Sumenep, selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Januari 2026.

NURISC Orientation and Science Camp merupakan program orientasi dan penguatan riset bagi anggota Nurul Islam Research and Science Community (NURISC). Melalui kegiatan ini, santri dibekali pemahaman dasar tentang penelitian, penulisan karya ilmiah, serta pengenalan berbagai peluang kompetisi akademik, baik di tingkat regional maupun nasional.

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua sesi dengan pemisahan waktu antara santri putra dan santri putri. Hari pertama dan kedua diikuti oleh 35 santri putri, sedangkan hari ketiga dan keempat diikuti oleh 15 santri putra. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 santri. Pengaturan tersebut diterapkan guna menjaga efektivitas dan ketertiban pelaksanaan sesuai dengan kebijakan madrasah.

Seluruh rangkaian kegiatan dikelola oleh Nurul Islam Research and Science Community (NURISC) sebagai komunitas riset resmi di MA Nurul Islam. Komunitas ini berfokus pada pembinaan penelitian, penulisan karya ilmiah, serta pengembangan prestasi sains santri.

Dalam pelaksanaannya, NURISC Camp menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi lulusan program magister (S2) yang kompeten di bidangnya.

Materi yang disampaikan meliputi metodologi penelitian, etika ilmiah, serta motivasi pengembangan potensi dan prestasi santri di bidang riset dan sains.

Kegiatan ini juga melibatkan seluruh guru MA Nurul Islam serta para kepala unit di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya ilmiah.

Kepala MA Nurul Islam, Mathlub Anshori, berharap NURISC Camp dapat menjadi awal tumbuhnya ekosistem riset yang berkelanjutan di lingkungan madrasah. Sementara itu, Pembina NURISC Novryanda Eko Satriawan menegaskan pentingnya konsistensi kegiatan riset agar mampu memberikan manfaat nyata bagi pesantren, masyarakat, dan dunia pendidikan Islam.**

Reporter : Moh. Aristo S | Editor : A. RIjal
Bagikan