Tim Peneliti NURISC MA Nurul Islam Dokumentasikan Limbah B3 untuk Kembangkan Sistem Sortasi Sampah Berbasis AI

Berita

Sumenep (Nuriska.ID) – Tim Peneliti NURISC (Nurul Islam Research and Science Community) MA Nurul Islam Karangcempaka melakukan dokumentasi limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (17 Juni 2026)  merupakan bagian dari pengembangan penelitian bertajuk “Rancang Bangun Sistem Sortasi Sampah Cerdas Multi-Kelas Berbasis Deep Learning dan Raspberry Pi dengan Mekanisme Rotating Lid (Corong Berputar)” yang akan berlangsung hingga Agustus 2026.

Kegiatan dokumentasi dilakukan oleh dua peneliti muda NURISC, Fera Faikarotul Wafiyah As dan Nor Diana Hidayati, didampingi pembimbing penelitian, Rahwijo, serta Ketua NURISC MA Nurul Islam, Faiz Hamdan.

Dokumentasi tersebut bertujuan memperoleh data visual limbah medis, khususnya limbah B3, sebagai dataset untuk melatih model Deep Learning. Data yang terkumpul akan digunakan agar sistem kecerdasan buatan mampu mengenali berbagai jenis sampah secara akurat sehingga dapat memilahnya secara otomatis sesuai kategorinya.

Penelitian yang dikembangkan NURISC mengintegrasikan teknologi Convolutional Neural Network (CNN), Raspberry Pi, kamera, serta mekanisme rotating lid atau corong berputar yang digerakkan menggunakan motor stepper dan motor servo. Melalui sistem tersebut, sampah yang teridentifikasi akan diarahkan secara otomatis ke kompartemen yang sesuai.

Pendaftaran Santri Baru di 
Portal Website psb.nuriska.id

Ketua NURISC MA Nurul Islam, Faiz Hamdan, menjelaskan bahwa pengumpulan data lapangan merupakan tahapan penting dalam pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan.

“Teknologi kecerdasan buatan hanya akan menghasilkan sistem yang optimal apabila dilatih menggunakan data yang berkualitas. Karena itu, kami melakukan dokumentasi langsung di rumah sakit agar model yang dikembangkan mampu mengenali limbah medis secara lebih akurat. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih aman, efisien, dan berbasis teknologi,” ujarnya.

Bapak Rahwijo, S.Pd bersama dua peneliti muda di ruang penyimpanan limbah medis Rumah Sakit Anwar Sumenep

Sementara itu, pembimbing penelitian, Rahwijo, menilai bahwa keterlibatan peserta didik dalam observasi lapangan memberikan pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab persoalan lingkungan dan kesehatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami pentingnya riset yang berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah.

Melalui NURISC, MA Nurul Islam terus membangun budaya riset di lingkungan madrasah. Berbagai penelitian yang dikembangkan diarahkan agar tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Penelitian sistem sortasi sampah cerdas ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung pengelolaan limbah B3 yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.**

Kontributor: Faiz Hamdan | Editor: Ainur Rijal
Bagikan