Oleh: Moh. Aristo Sadewa | Redaktur: Tim Redaksi Nuriska Media

Haul Muassis dan Reuni Akbar: Merawat Jejak Perjuangan, Menguatkan Langkah Masa Depan

Narasi
Oleh: Moh. Aristo Sadewa | Redaktur: Tim Redaksi Nuriska Media

Karangcempaka (NURISKA.ID) – Suasana khidmat, penuh kehangatan, dan kebersamaan menyelimuti lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam pada Ahad, 21 Juni 2026. Para alumni, keluarga besar pesantren, simpatisan, serta masyarakat berkumpul dalam satu momentum istimewa, yakni Haul Muassis dan Reuni Akbar Pondok Pesantren Nurul Islam. Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang bersama untuk mengenang jasa para pendiri sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Sejak pagi hari, para alumni mulai memadati lokasi acara. Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu tujuan yang sama, yaitu menapaktilasi perjuangan para muassis yang telah meletakkan fondasi pendidikan dan dakwah di Pondok Pesantren Nurul Islam. Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, nilai-nilai perjuangan para pendiri tetap menjadi ruh yang menggerakkan perjalanan pesantren hingga saat ini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Maltuf Siraj dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH. Atthorid Siraj. Lantunan doa yang menggema menghadirkan suasana khusyuk, mengingatkan seluruh hadirin akan besarnya pengorbanan para ulama dan tokoh pendiri yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, serta kehidupannya demi kemajuan pendidikan Islam.

Bagi para alumni, kegiatan reuni bukan hanya menjadi ajang temu kangen dengan sahabat lama, tetapi juga momentum untuk kembali menyambung ikatan batin dengan pesantren yang pernah menjadi tempat mereka menimba ilmu dan menempa karakter. Di sela-sela kegiatan, para alumni tampak saling berbagi cerita, mengenang masa-masa belajar di pesantren, serta membicarakan berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan almamater tercinta.

Semangat kebersamaan tersebut tercermin dalam sambutan Ketua Ikatan Keluarga Santri Nurul Islam (IKSANI), Hosnan Hermawan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, kekuatan terbesar Pondok Pesantren Nurul Islam tidak hanya terletak pada bangunan dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga pada soliditas keluarga besar pesantren yang senantiasa menjaga hubungan dan kepedulian terhadap perkembangan lembaga.

Lebih dari itu, keberadaan alumni dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pengembangan pesantren. Dukungan moral, pemikiran, jaringan, maupun kontribusi nyata yang diberikan alumni menjadi modal penting bagi kemajuan lembaga pendidikan yang terus berkembang dari masa ke masa.

Link Pendaftaran 
Santri Baru 2026 psb.nuriska.id

Komitmen untuk terus bertumbuh juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam, KH. Ilyas Siraj. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pesantren harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan layanan yang semakin luas. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia.

Saat ini, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam telah mengelola berbagai lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Pengembangan lembaga terus dilakukan sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas pesantren. Rencana pembukaan Sekolah Dasar (SD) serta hadirnya Program Keahlian Farmasi di SMK Nurul Islam menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Di balik seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Haul Muassis sesungguhnya mengandung pesan yang lebih mendalam. Haul bukan hanya mengenang mereka yang telah wafat, melainkan juga merawat nilai-nilai perjuangan yang diwariskan. Keteladanan, keikhlasan, semangat pengabdian, dan komitmen dalam mencerdaskan umat menjadi warisan yang harus terus dijaga oleh generasi penerus.

Melalui Haul Muassis dan Reuni Akbar ini, Pondok Pesantren Nurul Islam kembali meneguhkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang berakar kuat pada tradisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman. Di tengah arus perubahan yang semakin cepat, pesantren tetap berdiri teguh sebagai pusat pembinaan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa hubungan antara pesantren, alumni, dan masyarakat bukan sekadar hubungan formal, melainkan ikatan kekeluargaan yang terus hidup dan berkembang. Dari para muassis lahir sebuah perjuangan, dan melalui kebersamaan para alumni serta keluarga besar pesantren, perjuangan itu akan terus dilanjutkan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Bagikan