Sumenep (Nuriska.ID) — Regenerasi kepemimpinan pelajar menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Melalui forum musyawarah yang demokratis, organisasi pelajar tidak hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga merumuskan arah gerak ke depan agar tetap relevan dan berkontribusi bagi masyarakat.
Hal itu tercermin dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) VI Pimpinan Komisariat (PK) IPNU MA Nurul Islam yang digelar pada 20–21 April 2025 di Aula MA Nurul Islam lantai II. Forum tertinggi di tingkat komisariat tersebut berlangsung khidmat, sekaligus dinamis dengan berbagai agenda strategis organisasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, dilanjutkan sidang pleno yang membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), perumusan program kerja, hingga penetapan tata tertib pemilihan. Suasana semakin hidup saat memasuki sesi debat kandidat yang diikuti tiga pasangan calon.
Informasi dan Pendaftaran Santri Baru di link psb 2026 psb.nuriska.id
Tiga paslon yang bertarung dalam pemilihan tersebut yakni Paslon 01 M. Fikri Al Jalali–Haidar El Ghazi, Paslon 02 Beril Iskandar–Naufal Ramzi, dan Paslon 03 Firman D–Reyhan Al K. Seluruh santri putra MA Nurul Islam turut berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi tersebut, didampingi dewan guru serta perwakilan PAC IPNU Bluto dan PC IPNU Sumenep.
Pada tahap pemungutan suara pertama, persaingan berlangsung ketat. Paslon 01 dan Paslon 03 sama-sama meraih 33 suara, sementara Paslon 02 memperoleh 5 suara, dengan 6 suara dinyatakan tidak sah. Hasil imbang tersebut mendorong dilakukannya pemilihan ulang antara dua paslon teratas berdasarkan kesepakatan bersama panitia, saksi, dan pihak terkait.
Dalam pemilihan ulang, Paslon 03 Firman D dan Reyhan Al K berhasil unggul dengan perolehan 39 suara, mengalahkan Paslon 01 yang memperoleh 34 suara, serta terdapat 2 suara tidak sah. Dengan demikian, Firman dan Reyhan resmi ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua PK IPNU MA Nurul Islam Masa Bakti 2026–2027.
Penutupan RAT VI pada hari kedua menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan. Dalam kesempatan itu, PC IPNU Sumenep menyampaikan harapan agar forum ini mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang tangguh serta menjaga eksistensi organisasi dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan zaman.
Sementara itu, Kepala MA Nurul Islam, Mathlub Anshori, menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum evaluasi dan pembenahan organisasi. Ia menekankan pentingnya proses pemilihan sebagai langkah strategis untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih baik dan visioner.
Dengan terpilihnya Firman dan Reyhan, PK IPNU MA Nurul Islam diharapkan semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi madrasah, organisasi, serta masyarakat luas.
