Kolaborasi Pendidikan Kejuruan, SMK Nurul Islam dan Bina Husada Dorong Kemajuan Pendidikan Kesehatan Madura

Berita

SUMENEP (Nuriska.ID) – SMK Nurul Islam Bluto, Sumenep, terus memperkuat kualitas pendidikan kejuruan bidang Farmasi melalui kegiatan silaturahmi dan sharing knowledge bersama SMK Bina Husada Pamekasan, Rabu (12/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SMK Bina Husada Pamekasan tersebut menjadi momentum bagi kedua lembaga untuk bertukar pengalaman, gagasan, dan praktik baik (best practices) dalam pengembangan pembelajaran Farmasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kefarmasian.

Tim Manajemen SMK Nurul Islam Bluto terdiri atas Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, bendahara, kepala program keahlian, serta guru produktif Farmasi. Kedatangan Civitas sekolah disambut langsung oleh Kepala SMK Bina Husada Pamekasan, Pak Zulmi, bersama jajaran pendidik.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah topik strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari penyelarasan kurikulum, inovasi metode pembelajaran, tata kelola laboratorium Farmasi, hingga kesiapan siswa menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Perkuat Kurikulum dan Pembelajaran Farmasi

Dalam sesi diskusi, kedua sekolah membahas strategi penyusunan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan dunia kerja dan industri kefarmasian.

Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran ilmu resep dan perhitungan dosis obat turut menjadi perhatian. Penerapan Project-Based Learning (PjBL) juga dibahas sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa lebih aktif, kritis, kreatif, dan mampu menerapkan pengetahuan secara praktis.

Selain kurikulum, kedua pihak berbagi pengalaman mengenai tata kelola dan standardisasi laboratorium Farmasi. Pembahasan meliputi penataan peralatan praktik, pengadaan bahan praktikum, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk menciptakan lingkungan laboratorium yang aman dan higienis.

Kesiapan siswa menghadapi PKL dan UKK juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Kedua sekolah saling berbagi pengalaman terkait persiapan pengetahuan, keterampilan, dan mental siswa sebelum terjun ke apotek, rumah sakit, maupun instansi kesehatan.

Pak Zulmi Dorong Kolaborasi Pendidikan Kesehatan

Kepala SMK Bina Husada Pamekasan, Pak Zulmi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan SMK Nurul Islam Bluto. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.

“Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana membangun kolaborasi nyata demi kemajuan pendidikan kejuruan bidang kesehatan di kawasan Madura,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Nurul Islam Bluto, Pak Ubaidillah, menyampaikan bahwa kegiatan sharing knowledge menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kompetensi siswa, khususnya pada bidang Farmasi.

“Kami berharap melalui kegiatan ini SMK Nurul Islam semakin berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan kefarmasian, sehingga mampu mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di dunia kesehatan,” tegasnya.

Kepala SMK Nurul Islam bersama pimpinan meninjau Laboratorium Farmasi, sekaligus berdiskusi dan bertukar wawasan bersama laboran serta teknisi laboratorium.

Tinjau Laboratorium Farmasi

Usai sesi diskusi, Pimipnan dan Tenaga Pendidik Produktif SMK Nurul Islam Bluto berkesempatan melakukan lab tour untuk meninjau secara langsung berbagai fasilitas pendukung pembelajaran Farmasi di SMK Bina Husada Pamekasan.

Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi kepala dan pihak pengelola sekolah untuk melihat tata kelola laboratorium, fasilitas praktik, serta sarana pendukung pembelajaran kejuruan Farmasi.

Melalui kegiatan tersebut, SMK Nurul Islam Bluto dan SMK Bina Husada Pamekasan berkomitmen menjaga komunikasi dan membangun kolaborasi secara berkelanjutan.

Sinergi antar-lembaga pendidikan kejuruan diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pendidikan kesehatan di Madura. Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan Farmasi yang unggul, profesional, beretika, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja serta industri kefarmasian.**

Reporter : Moh. Khairil Anwar | Editor : Ainur Rijal
Bagikan