Sumenep (nuriska.id) — Prestasi membanggakan kembali diraih santri MA Nurul Islam Karangcempaka. Dua santri berhasil meraih juara dalam Lomba Baca Puisi tingkat SMA/sederajat se-Kabupaten Sumenep yang merupakan bagian dari rangkaian Kompetisi Patriot Muda yang diselenggarakan PAC IPNU-IPPNU Saronggi pada 20–22 Agustus 2026 di Pendopo Kecamatan Saronggi.
Dalam ajang tersebut, Rehan Nuttijani berhasil meraih Juara 1, sedangkan Roihanatut Thoyyibah meraih Juara 3. Keduanya mampu menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan keberanian dalam membawakan puisi di hadapan dewan juri.
Kompetisi Patriot Muda mengangkat tema “Pemuda Berdaya, Khidmat Nyata, Indonesia Jaya”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan di bidang seni dan sastra.
Keikutsertaan santri MA Nurul Islam tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan bakat, keberanian tampil, serta kemampuan berbicara di depan umum.
Rehan Nuttijani mengaku senang dan bangga atas pencapaian yang diraihnya. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat.
“Saya senang dan bangga atas pencapaian ini. Semoga ke depannya bisa lebih baik dan bermanfaat serta menjadi motivasi bagi teman-teman saya untuk bisa berkontribusi bagi lembaga MA Nurul Islam tercinta,” ungkap Rehan.
Kepala MA Nurul Islam, Mathlub Anshori, menegaskan bahwa prestasi yang diraih para santri menjadi pemicu untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai bidang. Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong santri lainnya untuk terus berbuat baik, mengembangkan kemampuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya senang atas prestasi yang terus diraih oleh santri MA Nurul Islam. Semoga hal ini bisa menjadi pemicu mereka dan santri lainnya untuk terus berbuat baik dan menebar manfaat bagi masyarakat sekitar serta menjadi kebanggaan keluarga mereka,” kata Mathlub.
Prestasi Rehan Nuttijani dan Roihanatut Thoyyibah menjadi bukti bahwa santri MA Nurul Islam memiliki ruang untuk berkembang dalam berbagai bidang, tidak hanya akademik dan keagamaan, tetapi juga seni, sastra, kreativitas, dan public speaking.
Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi santri lainnya untuk terus berani berkarya, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik madrasah di berbagai ajang kompetisi.
