Maniska Team MA Nurul Islam Raih Juara 3 Best Sustainable Economy Essay pada NE2C 2026

Berita

Sumenep, Nuriska.id – Ajang National Economic Essay Competition (NE2C) 2026 menjadi ruang bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dalam bidang ekonomi. Kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tersebut diikuti oleh 142 peserta yang tergabung dalam 71 tim dari berbagai daerah, di antaranya Flores, Aceh, Bali, Malang, dan sejumlah daerah lainnya.

Kompetisi yang mengangkat isu-isu ekonomi tersebut memiliki sejumlah kategori, salah satunya Best Sustainable Economy Essay. Kategori ini mencakup gagasan mengenai green economy, circular economy, transisi energi, dan energi terbarukan.

Dalam kompetisi tersebut, Maniska Team dari MA Nurul Islam Karangcempaka, Bluto, Sumenep, berhasil meraih Juara 3 Kategori Best Sustainable Economy Essay. Prestasi tersebut diraih pada babak final yang berlangsung di Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, Sabtu (19/9/2026).

Maniska Team terdiri atas dua santri, yakni Malika Ziyan Dzakia dan Alhena Chika Chaerunnisa. Keduanya menghadirkan gagasan pemanfaatan mata lele (Lemna minor) sebagai alternatif pakan dalam konsep ekonomi sirkular melalui karya berjudul “Dari Gulma Menjadi Berdaya: Inovasi Mata Lele (Lemna minor) sebagai Pakan dalam Ekonomi Sirkular.

Gagasan tersebut berangkat dari pemanfaatan tanaman mata lele yang selama ini kerap dianggap sebagai gulma. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, tanaman tersebut dikembangkan menjadi alternatif bahan pakan yang diharapkan memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Rangkaian NE2C 2026 berlangsung selama beberapa tahapan. Pendaftaran peserta dibuka pada 1–31 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan technical meeting pada 5 September. Peserta selanjutnya mengumpulkan esai pada 10 September dan melakukan presentasi pada 12 September sebagai bagian dari proses seleksi menuju babak final.

Pengumuman peserta yang lolos ke babak final dilakukan pada 15 September 2026. Selanjutnya, babak final sekaligus puncak kegiatan dilaksanakan pada 19 September 2026 di Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan.

 

Bagi Malika Ziyan Dzakia, yang akrab disapa Zizi, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Pasalnya, kompetisi NE2C 2026 merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba esai.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas prestasi yang diraih. Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba esai. Saya juga sangat berterima kasih kepada Kiai dan Nyai di pondok, orang tua kami, keluarga besar MA Nurul Islam, serta semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan,” ujar Zizi.

 

Sementara itu, Alhena Chika Chaerunnisa mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas pencapaian yang diraih bersama tim.

“Saya sangat senang dan bangga bisa mendapatkan prestasi ini. Semoga pengalaman dari kompetisi ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” ungkap Chika.

 

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala MA Nurul Islam Karangcempaka, Mathlub Anshori. Ia menyampaikan rasa senang dan bangga atas prestasi yang berhasil diraih kedua santrinya dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

“Kami sangat senang dan bangga atas prestasi yang diraih Maniska Team. Semoga prestasi ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya dan menjadi motivasi bagi santri-santri yang lain untuk terus berprestasi,” tutur Mathlub Anshori.

Capaian Maniska Team dalam NE2C 2026 menambah deretan prestasi santri MA Nurul Islam Karangcempaka di tingkat nasional. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa santri memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, serta kepedulian terhadap persoalan ekonomi dan lingkungan melalui karya dan kompetisi.

Melalui karya “Dari Gulma Menjadi Berdaya”, Malika dan Chika menghadirkan gagasan tentang bagaimana sumber daya yang sederhana dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dalam konsep ekonomi sirkular.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri MA Nurul Islam lainnya untuk terus belajar, berani menuangkan gagasan, menghasilkan karya, serta mengikuti berbagai kompetisi di tingkat daerah maupun nasional.

Reporter :Moh. Aristo Sadewa | Editor :A. Rafiq
Bagikan