Oleh : Nurul Imamah
Nuriska.id – Allahuakbar, Allahuakbar Laailaahaillallahu Allahuakbar. Untuk pertama kalinya santri Nurul Islam Karangcempaka Bluto Sumenep merayakan hari raya idul adha 1441 H di pondok. Lantaran pandemi covid 19, jatah liburan santri tepatnya liburan ramadhan menjadi lebih awal dan lebih lama, akibatnya liburan idul adha ditiadakan agar proses belajar santri tidak terbengkalai.
Lazimnya pondok pesantren Nurul Islam mengadakan hari libur tiga kali dalam setahun. Pertama, liburan menyambut bulan suci Ramadhan, kedua liburan bulan suci Ramadhan sekaligus hari raya idul fitri dan ketiga liburan hari raya idul adha. Karena ini merupakan perdana santri merayakan lebaran idul adha di pondok, wali asuh berinisiatif mengadakan takbir keliling pada malam takbiran dari area pondok hingga gerbang halaman sekolah, dan satu pidato sebelum nobar (nonton bareng) dimulai. Hal ini dilakukan agar santri terutama yang masih baru mondok tidak terkejut dan tetap have fun merayakan lebaran idul adha 1441 H di pondok pada kamis malam (30/08/2020).
Hal tersebut dilakukan untuk mengupayakan santri bisa menghilangkan keinginan dirinya untuk berlebaran bersama keluarga dan tentu memendam rindu, sekalipun tidak bisa dijamin seratus persen.
Saat takbir, tahlil dan tahmid menggema pada jum’at (31/08/2020) pagi, santri putri Nurul islam juga ikut serta melaksanakan shalat ‘id yang dipimpin lansung oleh Ibu Nyai Hj. Linniyatin istri dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, sekitar pukul 06:30 di Mushalla Putri. Usai melaksanakan shalat ‘id Ibu Nyai membawa santri untuk sowan ke dua dhelem, dhelem timur dan dhelem selatan yang didampingi wali asuh sekaligus pengurus IKSNI putri.
Hari raya idul adha 1441 H di pondok pesantren Nurul Islam juga di ramaikan oleh kunjungan wali santri untuk mengobati kesedihan para santri akibat tidak lebaran di rumah masing-masing. Tepat di areal mahram (tempat pertemuan wali dengan santri) suasana telihat hiruk pikuk dan haru. Santri dibawakan beraneka macam makanan khas lebaran oleh orang tuanya. Sebagian ada yang makan bersama di areal mahram dan sebagian pula dibawa ke pondok untuk dicicipi bersama teman-temannya.
“saya sedikit kesal sama orang tua saya, sebab teman-teman yang lain sudah dikunjungi, sedangkan saya masih menunggu dari tadi” ucap Fadilatul Azizah asal pagar batu dengan air mata yang hampir menetes. Namun tidak berlansung lama senyumnya mulai merekah saat dirinya ada panggilan kunjungan.
https://youtu.be/qo6fpJ2J0Us
Kemeriahan Hari Raya Qurban 1441 H di Pondok Pesantren Nurul Islam nyatanya belum berakhir. Sabtu (01/08/2020) pagi, daging sapi Qurban yang disembelih dibagi untuk Masyarakat, para guru, dan para santri putra maupun putri. Hal tersebut disambut dengan antusias santri yang berkeinginan untuk memasak sendiri daging qurban dan tidak lupa kegiatan “tenyate” itu dikelompokkan per satu kamar sekaligus ketika mengolahnya.
Sate sapi menjadi menu pilihan untuk mengolah daging Qurban yang beralokasi di belakang komplek sekolah putri. Dari saking semangatnya para santri, mereka lupa kepada hal-hal yang berbau “Lebaran di rumah” dan kegiatan melelahkan ini, mulai dari memotong, menusuk, memanggang hingga mengipas menjadi keseruan tersendiri hingga menjadi kenangan yang tak terlupakan dikemudian hari.
“Senang sekali rasanya berhura-berhura dalam kegiatan positif dan menguntungkan seperti ini. Biarpun keringat becucuran dan baju menjadi apek, tapi saat menikmati hasil sate yang kami panggang sendiri semuanya terasa makan di Depot 35 degan pakaian yang masih wangi Parfum” ungkap salah satu santri disertai tawa bahagia
Kebersamaan ini menjadi penghapus kerinduan mereka terhadap orang tua dan keluarga. Menjadi dorongan tersendiri untuk tetap betah di pondok, menimba ilmu hingga menjadi kebanggaan orang tua dan pesantren apapun suasana diluar sana.