Solusi Tepat Bagi Siswa TK/MI Untuk Kembali Belajar di LPQ Nurul Islam

Artikel Karya Ilmiah
Oleh: Nur Imamah S.Ag

Nuriska.id – Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto Sumenep menciptakan varian baru yaitu membuka Program Pondok Transit. Pondok Transit merupakan tempat penitipan anak yang bersekolah pada tingkat TK/MI di PP. Nurul Islam pagi hari dan sore hari masih belajar mengaji di LPQ Nurul Islam. Program ini bertujuan untuk mempermudah wali murid yang memiliki kesibukan di luar rumah atau yang jarak rumahnya jauh dari lokasi Pondok. Untuk itu wali tidak harus bolak balik antar jemput, cukup mengantar pagi hari dan menjemput pada sore harinya.
Program Pondok Transit dimulai pada tanggal 01 Agustus 2021 dengan biaya pendaftaran 100.000/bln. Pondok menyediakan fasilitas ruang tidur, kamar mandi, makan siang dan pembingbing. Sepulang dari sekolah TK/MI, anak langsung menuju pondok. Di pondok anak akan dididik mandiri oleh pengurus Pondok Transit sekaligus pembingbing yaitu mandi sendiri, makan sendiri dan bersiap berangkat sekolah sendiri. Tidak hanya itu program Pondok Transit juga menyediakan mainan agar anak merasa betah tinggal di pondok. Mengenai alat mandi, alat salat, alat belajar, dan pakaian anak harus membawa sendiri dari rumah dan bisa ditinggal di Pondok.
Program Pondok Transit dalam satu minggu menyesuaikan dengan hari masuk TPQ (Taman Pendidikan al-Qur’an) dan MQ (Madrasah al-Qur’an). TPQ mulai dari hari minggu sampai kamis, sedangkan MQ mulai hari sabtu sampai rabu. Jum’at hari libur. Jadi bagi anak yang libur masuk TPQ/MQ tidak perlu mengikuti Program Pondok Transit, setelah sekolah formal bisa langsung pulang ke rumahnya masing-masing.
Semarak Pondok Transit nampak terlihat bukan hanya saat anak-anak bermain namun ketika pembingbing memberi tanya jawab, muraja’ah hafalan Alquran dengan bergantian sesama teman, dan ketika jam makan siang dibiasakan makan bersama dengan sebelumnya membaca doa sebelum makan secara berjamaah.
Biasanya setelah pulang dari sekolah baik TK maupun MI, anak dibiarkan bermain-main sebentar. Guna menyegarkan kembali pikiran yang sedari tadi dituntut belajar di kelas.

Setelah dirasa cukup, anak dikasi makan siang, kemudian diminta untuk tidur siang, lalu dibangunkan untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan sembari menunggu adzan ashar, anak-anak biasanya muraja’ah hafalannya atau tanya jawab seputar islam. Setelah shalat ashar anak bersiap-siap untuk berangkat belajar mengaji dan berangkat ke LPQ Nurul Islam dengan diantar oleh pembimbing.
“Program Pondok Transit ini sekaligus merupakan latihan bagi anak untuk betah jauh dari rumah dan orang tua. Sehingga bila usianya nanti sudah pantas untuk di mondokkan orang tua sudah tidak khawatir lagi anak tidak kerasan di pondok” Ucap salah satu wali saat menjemput anaknya di Pondok.
Alhamdulillah hingga kini sekitar 17 anak betah di pondok, tidak ada keluhan dari anak-anak maupun wali murid. Bahkan respon dari orang tua sangat baik, anak menjadi berkurang main gaget, lebih berani dan mandiri.
Allah akan selalu memudahkan jalan bagi orang yang menimba ilmu, apalagi ilmu Al-Qur’an. Kitab suci ummat islam, petunjuk jalan kebenaran, yang apabila mendengarkan saja sudah mendapat pahala.
Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ

Artinya: “Tuntutlah Ilmu, walau ke negeri China”.
Dari hadis tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa adanya perintah untuk menuntut ilmu meski ke tempat yang sangat jauh. Harus selalu merasa kurang akan ilmu-ilmu Allah dan tidak boleh malas ataupun putus asa dalam mendapatkannya meski jarak membentang sahara.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *