Tim Penilai Laksanakan PKKM di MTs Nurul Islam, Dorong Peningkatan Mutu Madrasah

Berita

SUMENEP, (Nuriska.ID) – MTs Nurul Islam Karangcempaka, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada Senin (19/10/2026) di ruang rapat MTs Nurul Islam. Kegiatan ini diikuti oleh kepala madrasah dan seluruh wakil kepala madrasah untuk mempersiapkan kelengkapan administrasi serta memahami kebutuhan bukti fisik sebagai bagian dari proses evaluasi kinerja dan peningkatan mutu pendidikan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala MTs Nurul Islam, Rahwini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar madrasah terus mendapatkan bimbingan dan pendampingan sehingga mampu memperbaiki kekurangan, mengembangkan potensi, serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Rahwini juga menyampaikan kesiapan administrasi madrasah, terutama pada komponen kurikulum dan data peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa jumlah peserta didik baru setiap tahun telah mencapai lebih dari 100 orang. Selain itu, madrasah terus berupaya menjaga kegiatan belajar mengajar agar berlangsung kondusif, disiplin, dan tertib, sehingga seluruh peserta didik dapat mengikuti aktivitas pendidikan dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, pembahasan difokuskan pada lima komponen bukti fisik administrasi yang perlu dipersiapkan secara sistematis. Kelima komponen tersebut meliputi buku administrasi, seperti buku agenda, buku induk, buku tamu, dan buku inventaris; dokumen dan arsip, seperti surat masuk, surat keluar, surat keputusan (SK), dan surat tugas; formulir dan daftar, seperti daftar hadir, formulir pendaftaran, dan lembar pengesahan; laporan kegiatan yang memuat pelaksanaan beserta hasilnya; serta dokumentasi fisik berupa foto kegiatan, notulen rapat, dan bukti pendukung lainnya.

Selanjutnya, dua tim penilai, Fathor Arifin, S.Pd., M.Pd. selaku Penilai 1 dan Naufal Hannan, MPd. I. selaku Penilai 2, menyampaikan arahan terkait pelaksanaan PKKM dan penguatan mutu pendidikan di madrasah.

Fathor Arifin menjelaskan bahwa PKKM merupakan bentuk evaluasi internal melalui mekanisme pengawasan silang antarmadrasah. Dokumen yang disiapkan menjadi bagian dari evaluasi awal untuk mengukur kesiapan madrasah sebelum proses verifikasi. Ia berharap MTs Nurul Islam terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjaga mutu, meningkatkan kualitas layanan, dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Sementara itu, Naufal Hannan, menekankan pentingnya administrasi kurikulum sebagai salah satu unsur utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, dokumen kurikulum perlu disusun dan disimpan dalam berkas yang tertata agar mudah diperiksa, diperbaiki, serta dilengkapi sesuai kebutuhan.

Ia juga menyoroti pentingnya dokumentasi kegiatan belajar mengajar melalui foto dan video.

Tim media madrasah diharapkan berperan aktif mendokumentasikan kegiatan secara rutin, terutama proses pembelajaran di dalam kelas, serta kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Dokumentasi tersebut menjadi bukti pendukung pelaksanaan pendidikan sekaligus membantu madrasah melengkapi administrasi yang diperlukan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi bersama antara tim penilai, kepala madrasah, dan seluruh wakil kepala madrasah. Sesi ini menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kekurangan pada lima komponen administrasi yang telah disiapkan sekaligus membahas upaya perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Melalui kegiatan tersebut, MTs Nurul Islam diharapkan semakin siap dalam memenuhi kelengkapan administrasi PKKM, memperkuat dokumentasi kegiatan pendidikan, serta meningkatkan kualitas tata kelola madrasah secara berkelanjutan.**

Reporter :Misnadi | Editor :Ainur Rijal
Bagikan