Kiat-kiat menggapai lailatul Qadar

Karya Ilmiah
Buku “Meraih Lailatul Qadar ;
Haruskah I’tikaf?“ 
(Karya : Ahmad Zarkasih, Lc)

Nuriska.id – Ketika memasuki bulan Ramadan, orang muslim secara alamiah akan berbondong melakukan dan mencari satu malam yang sangat mengagunggkan dengan berbagai macam kenikmatan, kebaikan, dan hal-hal positif lainnya, momen tersebut dinamakan Lailatul Qadar. Meskipun demikian, sudah menjadi rahasia umum bahwa pada bulan ramadan merupakan proses awal atau turunnya Al-Qur’an. Proses turunnya Al-Qur’an inilah, yang membuat kebanyakan orang-orang muslim melakukan serangkaian kegiatan yang disebut Nuzul Al-Qur’an guna untuk memperoleh keberkahan pada satu malam di bulan Ramadan (Lailatul Qadar). Nuzulul Al-Qur’an dan Lailatul Qadar merupakan dua perbedaan dan memiliki satu kesatuan sejarah yang berdampak signifikan bagi perkembangan Islam itu sendiri.
Mengenai proses turunnya Al-Qur’an, para ulama berbeda pendapat terkait kapan awal turunnya, proses turunnya, dan awal serta akhir dari ayat yang turun. Dari beberapa pendapat tersebut tentunya akan mengerucut kepada satu waktu yang dinamakan Lailalut Qadar. Oleh karenanya, Kami tidak akan menjelaskan secara terperinci terkait berbagai perbedaan tersebut (semoga lain waktu ada kesempatan dan pembahasan khusus terkait nuzulul Qur’an). Dalam kesempatan ini kami hanya ingin memberikan pembahasan terkait Lailatul Qadar serta bagaimana cara kita memperolehnya.

Terkait definisi dari Lailatul Qadar, berikut kami berikan pendapat lain yang diutarakan oleh Ahmad Zarkasih dalam Bukunya Meraih Lailatul Qadar, dijelaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang mendapat tempat spesial di sisi Allah SWT., pada malam tersebut Allah SWT menyiapkan ampunan-Nya yang sangat besar disertai ganjaran pahala berlimpah pula, sangat disayangkan apabila malam tersebut ditinggalkan. Sedangkan di dalam Al-Qur’an dapat juga dijumpai dalam surah Al-Qadr ayat 1 sampai 5. Oleh karenanya, sebagai muslim kita dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ibadah dengan pahala berlipat ganda yang terjadi hanya satu kali dalam satu tahun.
Setelah mengetahui keistimewaan dari Lailatul qadar tersebut, pastinya terdapat beberapa cara bagaimana seorang muslim untuk meraih malam yang penuh dengan pelbagai kebaikan. Cara ini kami ambil dari Buku karya Imam Zarkasih tersebut, berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan ;
1. Menghidupkan Malam
Yang dimaksud dengan menghidupkan malam disini ialah tidak seperti menghidupkan lampu waktu malam hari. Akan tetapi, memperbanyak kegiatan-kegiatan ibadah. Sebagaimana yang disampaikan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori ; “barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qodar dengan Iman dan Ihtisab (mengharapkan pahala), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau”.

Baca Juga : KH. Ilyas Siraj; Pesantren Harus Bersih Dan Indah

2. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Sudah menjadi keniscayaan bahwa dzikir dan do’a merupakan hal yang harus dilakukan oleh seorang muslim untuk memperoleh keistimewaan dari Allah SWT. Dzikir yang dimaksud dalam meraih malam Lailatul qadar ialah dzikir yang tidak sampai menyekutukan Allah, serta dzikir sesuai dengan amalan yang dilakukan oleh Rasul dan pengikutnya. Sedangkan do’a yang dimaksud ialah sebagaimana yang diajarkan Rasul kepada Istrinya Aisyah Ra., untuk dibaca di malam-malam mulia ini (sepuluh malam terakhir), yaitu :
Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbu Al-‘Afwa Fa’fu ‘Anni
Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)
3. Memperbannyak Tilawah Al-Qur’an
Mengkhatamkan Al-Qur’an di waktu 10 hari terakhir ramadan sangat dianjurkan. Mengingat bahwa Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadan, tentunya suatu keniscayaan bagi seorang muslim memperbanyak, mendalami makna serta mengetahui arti dan pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an. berikut beberapa bukti Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadan, Al-Baqarah ayat 185, Al-Qadr ayat 1-5, Ad-Dukhan ayat 3, dan Al-Anfal ayat 41.

Klik link berikut untuk menontonya kembali: Video Live streaming penutapan RIC 2022 Jangan Lupa like comment and subscribe!

4. Melaksanakan Shalat
Yang dimaksud disini ialah bukan shalat tarawih dan witir, melainkan shalat malam. Jika diniatkan dengan shalat tahajjud juga tidak apa-ap, yang terpenting dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan 2 rakaat satu salam, seperti dalam hadits Bukhori dan Muslim : “ sholat malam itu 2 rokaat 2 rokaat….” .
Berikut 4 kiat untuk menggapai malam yang sangat dinantikan oleh umat islam (Lailatul Qadr). Akan tetapi, Penulis ingin menambahi bahwa dalam pelaksanaannya harus disertai dengan niat dan jangan sampai dilakukan dengan penuhi riya’. Supaya ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia.

Oleh : Moh Aristo Sadewa (Santri Nurul Islam dan Kontributor nuriska.id)

Editor : Noviyah Trinandani
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *