Kiat Praktis Pewara Resmi, Bagimana Sebaiknya? 

Artikel Pengumuman
Oleh: A. Rafik (Pimred Nuriska.ID)

Pewara (Pembawa Acara) ada yang menyebutnya MC (Master of Ceremony) formal membutuhkan persiapan, ketenangan, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.

Seorang pewara tidak cukup hanya menyuguhkan rundown acara, lebih dari itu harus fokus, ceria dan berpenampilan elagan.

Sebelum acara dimulai, seorang pewara dilarang keras pengecekan dengan kata-kata “halo, cek suara”, “cek satu, satu dua” dan sejenisnya pada mikrofon sound system. Mengurangi khidmat acara.

Sisi lain, pewara harus bisa menguasai audience, agar khidmat dan antusiasme muncul.

Berikut tips pewara;

1. Menguasai susunan acara

° Pelajari susunan acara dengan detail

° Ketahui nama petugas dan jabatannya

° Ketahui urutan pengisi acara

2. Artikulasi dan Intonasi

Penting seorang Pewara menguasai berikut;

° Pengucapan kata harus jelas

° Tidak bergumam apalagi mengaburkan setiap pengucapan kata

3. Kuasai teknik membuka dan menutup acara

Acara resmi, tetap perhatikan penggunaan bahasa formal. Dalam kalimat pembuka dan penutup acara, sah-sah saja diawali dan diakhiri dengan pantun.

Pewara bisa mengawali dengan salam, penghormatan dan paragraf membuka.

Contoh paragraf membuka:

“Tasyakuran kelulusan dan Wisuda Kelas Akhir VII Pondok Pesantren Nurul Huda Banbaru tahun ajaran 2025/2026 tanggal 21 Juni 2026 M bertepatan tanggal 6 Muharram 1448 H bertempat di Aula Al-Huda dibuka dengan pembacaan Basmalah”.

 

4. Disela kalimat penghubung

Misal,

° Selanjutnya marilah kita simak bersama

° Bapak Ibu yang berbahagia, mari khidmat bersama kita ikuti pengukuhan wisudawan-wisudawati

 

Semoga bermanfaat.*
Bagikan